Pada
akhir tahun 1940an dan awal 1950an, orang-orang di dunia sudah
mulai pulih dari kesulitan yang disebabkan oleh Perang Dunia II.
Pada saat orang-orang mulai kembali berkecukupan, mereka mulai
memiliki permintaan akan barang yang lebih baik, lebih elegan,
dan lebih menghibur untuk uang-uang mereka. Sayang sekali pada
saat-saat seperti itu, dunia otomotif didominasi oleh mobil-mobil
yang fungsional dan hambar gaya. Kebanyakan perusahaan otomotif,
termasuk Volkswagen, merasa perlu untuk memiliki sebuah "mobil
andalan" yang dapat mendongkrak "image" mereka.
Maka diluncurkanlah Ford Thunderbird, Chevrolet Corvette, dan
tentunya, Volkswagen Karmann Ghia. Cerita dibalik pengembangan
Karmann Ghia merupakan sebuah cerita yang sangat menarik.

Volkswagen,
pada awal 1950an, dihadapkan pada prospek menjual mobil kecil
yang bertampang "jelek" (Kodok dan Kombi) kepada pasar
yang semakin tinggi permintaannya. Eksekutif VW merasa perlu untuk
meluncurkan mobil "andalan" untuk menarik pasar baru
itu. Beberapa perusahaan mobil lainnya juga ada dalam posisi yang
sama, diantaranya, Chrysler. Chrysler mengontrak perusahaan perancang
dan pembuat mobil dari Itali yaitu Ghia untuk membuat satu seri
mobil "impian". Chrysler memproduksi beberapa rancangan
mobil "impian" tersebut, tetapi ada satu rancangan mobil
yang tidak diproduksi oleh Chrysler, ya anda benar, itulah Volkswagen
Karmann Ghia. Sementara Chrysler bekerjasama dengan Ghia, Volkswagen
mengontrak perancang mobil dari Jerman yaitu Karmann untuk merancang
mobil "impian" mereka. Karmann yang sangat memerlukan
sebuah "design", kemudian mendekati Ghia, dan entah
bagaimana rancangan Chyrsler lama muncul kepermukaan, yang lalu
dengan dimodifikasi sedikit, kemudian dapat dipasang diatas chasis
Kodok. Eksekutif VW sangat menyukai rancangan itu dan pada bulan
Agustus 1955, Volkswagen Karmann Ghia yang pertama meluncur dari
lantai pabrik di Osnabruck, Jerman sebagai model tahun 1956.

Kalangan otomotif
dan masyarakat langsung menyukainya, dengan desain yang indah
dan hasil kerja tangan yang bagus, tetapi kurang disisi performa.
Untuk Karmann Ghia, Volkswagen mempergunakan mesin 36 hp "flat-four"
yang sama dengan yang digunakan Kodok pada waktu itu. Walau tongkrongan
dan hasil akhir dibuat untuk mobil "sport", tetapi mesin
yang kecil tidak membuatnya menjadi sebuah mobil "sport".
Tenaga mesin cukup dan suspensi termasuk yang baik untuk zaman
itu. Kedua faktor itu dan penampilan Karmann Ghia yang indah membuat
mobil ini termasuk yang laku keras, dengan total penjualan lebih
dari 10,000 unit untuk tahun pertama. Pada saat model konvertibel
diluncurkan beberapa tahun kemudian (1958), penjualan melonjak
mencapai sekitar 18,000 unit per tahun. Penjualan mengalami peningkatan
yang stabil sampai tahun 1960an dimana puncak penjualan berada
di sekitar angka 33,000 unit per tahun. Karmann Ghia terakhir
diproduksi pada tahun 1974, digantikan oleh VW Scirocco yang baru.
Total jumlah produksi adalah 365,915 unit "coupe" dan
79,326 unit "konvertibel", yang menjadikan Karmann Ghia
sebagai sebuah mobil yang langka, walaupun model mobil diproduksi
selama 20 tahun.
Sangat menarik
untuk disimak, bahwa setelah beberapa tahun Karmann Ghia diluncurkan,
Volkswagen kembali memfokuskan perhatiannya kepada Kodok. Eksekutif
VW merasa bahwa Kodok sudah cukup memiliki "image" tersendiri
dan mereka merasa bahwa perusahaan akan sukses jika mereka teruskan
dengan penjualan berjuta-juta Kodok. Pada masa yang bersamaan,
beberapa mobil-mobil "image" diluncurkan, termasuk Chevrolet
Corvette dan Ford Thunderbird. Mobil-mobil ini memang dirancang
sebagai mobil "sport", dan dalam usahanya mempertahankan
penjualan dihadapan pada seterunya, VW memulai dengan kampanye
advertising-nya yang unik. Volkswagen berusaha memfokuskan konsumen
pada bentuk Karmann Ghia yang indah, dan juga berusaha agar konsumen
tidak memikirkan mesinnya yang kurang tenaga itu. Beberapa iklan-iklan
VW yang ditayangkan menjadi agak lucu. Contohnya, disebuah iklan
televisi, adegan menunjukkan sebuah Karmann Ghia meluncur menuju
selembar kertas raksasa, seolah-olah hendak menembusnya, tetapi
kemudian mobil malahan terpental. Pada beberapa iklan cetak, VW
berani mensejajarkan Ghia dengan Maserati dan Lamborghini, dan
menyatakan bahwa walau Ghia tidak secepat kedua lawannya, tetapi
Ghia jauh lebih murah!
Saat ini,
Karmann Ghia adalah salah satu mobil Volkswagen dengan mesin berpendingin
udara yang banyak dicari, apalagi yang konvertibelnya. Harga perkiraan
untuk mobil yang cukup bagus adalah antara US$3,000 sampai $6,000
untuk yang model "coupe", dan antara US$7,000 dan $10,000
untuk yang konvertibel. Saya telah melihat beberapa Karmann Ghia
yang sangat bagus dihargai sekitar US$15,000! Cukup lumayan untuk
sebuah mobil yang harga awalnya adalah sekitar US$3,000. Hampir
semua spare-parts dapat dengan mudah dicari, terutama part-part
mekanis-nya, dan harganyapun terjangkau. Sangat memungkinkan untuk
memperbaharui sebuah Karmann Ghia kembali seperti baru dan menambahkan
mesin yang lebih besar dan mengganti suspensi yang lebih baik,
dan hasilnya adalah sebuah mobil sport "tulen". Kendala
yang paling besar dalam me-restorasi Ghia adalah bahwa mobil lebih
banyak karatnya dibanding mobil Volkswagen lainnya. Mungkin ini
disebabkan oleh konstruksi "unibody" yang diproduksi
dengan tangan (hand-built). Untungnya ada banyak body parts-nya
di "after market", dan bila direstorasi oleh orang yang
ahli, mobil bisa kelihatan baru atau malahan lebih bagus dari
yang original.
Karmann Ghia
memiliki desain yang elegan dan tidak termakan waktu, pada tahun
1962, mobil ini dilantik menjadi salah satu mobil yang memiliki
model terindah di dunia. Pada bulan Juni 1972, majalah "Car
and Driver" memberikan status "world class" dan
membandingkannya dengan mobil klasik Porsche Speedster. Volkswagen
Karmann Ghia adalah mobil yang spesial. Mobil yang indah dan memiliki
desain abadi, tidak lupa mobil ini juga sangat terjangkau harganya,
bandel dan menyenangkan untuk dikendarai!
Di kumpulkan
oleh Brandon Traynham
CATATAN: Saya
ingin berterimakasih kepada "House of Ghia" yang telah
mempublikasikan buku tentang topik ini. Saya juga ingin berterimakasih
kepada Classic Motorbooks yang mengeluarkan sebuah buku dan majalah
yang bagus, seperti "Car and Driver", dan beberapa individu
(terlalu banyak untuk ditulis) yang telah memberikan informasi-informasi
dalam penyelesaian dokumen ini.