Hampir semua di dunia yang beradab mengenal bentuk Volkswagen
Beetle (VW Kodok). Tidak semua mobil bisa seperti itu!
Ada segelintir
orang yang tidak menyukai Kodok, malahan memandang rendah. Tidak
seperti mobil-mobil lainnya, Kodok telah berhasil mengambil hati
sebagian besar orang. Sebagian orang tersebut telah memiliki pandangan
tersendiri terhadap Kodok, yang tidak dapat diubah dengan apapun.
Dan pandangan tersebut hanya dapat dijelaskan dengan memiliki
sebuah Kodok.
Kodok memiliki daftar qualifikasi yang cukup panjang. Produksi-nya
termasuk yang terlama diantara mobil manapun, total jumlah produksi
dunia melebihi model manapun, kedua-duanya membuat Kodok sebagai
mobil terpopuler yang pernah dilihat dunia. Model T-nya Ford dilampaui
rekornya oleh Kodok yang memecah jumlah 16,536,075 pada tahun
1973, dengan total jumlah penjualan melebihi 20 juta.
Kodok
adalah mobil import paling laku di Amerika. Ia juga adalah mobil
pertama yang dipakai di Antartika. Kodok telah menjalani jarak
tes pra-produksi yang paling banyak meleb
ihi mobil
manapun. Pada tahun 1973 saja, 1,3 juta Kodok diproduksi, yang
melebihi dari apa yang dapat dicapai oleh sebuah model mobil merek
lain selama masa keberadaannya. Pabrik Kodok di Wolfsburg masih
dianggap sebagai pabrik perakitan mobil terbesar dibawah satu
atap. Kodok masih menjadi mobil konvertibel yang terlaris, dan
sebagai informasi, kaca jendela belakang tidak pernah terbuat
dari plastik, melainkan gelas, lengkap dengan penangkal kabutnya.
 |
|
 |
Selama bertahun-tahun,
banyak orang yang memegang peran dalam menjadikan bentuk Kodok
yang kita kenal sekarang. Dr. Ferdinand Porsche, yang pertama-tama
mendesain Kodok, jauh sebelum nama Porsche dikenal di dunia mobil
sport. Heinz Nordhoff, yang menangani pabrik Wolfsburg dari 1948
sampai 1968, juga banyak berjasa dalam membentuk tampilan Kodok.
Juga Adolf Hitler yang telah membuat mungkin diproduksinya Kodok,
walau untuk tujuan yang salah. Mereka semua turut serta dalam
membentuk kendaraan spektakular ini, kendaraan yang di-tes habis-habisan
di autobahn Jerman, dimana Rolls Royce sekalipun menyarankan pemiliknya
untuk "santai saja".
Setelah perang,
tentara Inggris mengambil alih dan mencoba mempertahankan penjual
produksi Kodok. Presiden Direktur Ford Motor Company disarankan
oleh staffnya, "Saya rasa apa yang ditawarkan kepada kita
ini sama sekali tidak memiliki nilai apapun". Dewan Pengusaha
Mobil Inggris mengatakan, "Mobil seperti ini kepopulerannya
hanya akan bertahan dua atau tiga tahun saja. Untuk memproduksi
mobil ini secara komersial adalah usaha yang tidak ekonomis".
Dugaan mereka ternyata salah.
Dalam
usaha mengambil keuntungan dari biaya tenaga kerja yang rendah
dan harga transportasi yang murah, VW mensuplai kit-kit CKD (Completely
Knocked Down), yang dapat dibangun kembali di negara lain. Secara
keseluruhan Kodok adalah mobil yang paling banyak dibangun di-manca
negara, dibanding dengan mobil lain. Bagaimana mungkin di Amerika,
Kodok memulai debutnya secara gila-gilaan, padahal pada waktu
itu, Kodok melawan arus trend desain mobil di Amerika. Memang,
sepanjang waktu ini, VW tetap teguh kepada desain yang sama, walau
industri mobil adalah industri yang sangat rawan perubahan desain
seperti di bidang usaha fashion. Pada tahun 60an, penjualan Kodok
hampir mencapai 70% dari total impor mobil Amerika. Mungkin ini
disebabkan oleh usaha marketing hebat yang dimulai pada tahun
1959 oleh Doyle Dane Bernbach, tetapi itu adalah cerita lain.
Kamus inggris menjelaskan kata "classic" sebagai "dengan
kualitas tertinggi" atau "menjadi model atau contoh
untuk yang sejenis". Kalau begitu, Volkswagen Kodok dapat
menyatakan dirinya sebagai mobil yang memiliki desain "classic".
Memang, VW pernah menyatakan dirinya, bersama-sama botol Coca-Cola,
sebagai bentuk yang paling populer untuk barang produksi masal.