
Siapa
yang bisa membayangkan, saat tipe pertama VW Kodok diluncurkan
pada tahun 1938, bahwa mobil itu akan masih diproduksi lebih dari
60 tahun kemudian?
Tidak ada
siapapun saya kira, sesuatu yang membuat Kodok dapat bertahan
selama itu adalah komitmen Volkswagen untuk memperbaiki dan memperbaharui
secara konsisten bentuk mobil itu, dan pada akhirnya mobil tetap
sama dan juga berbeda pada saat yang bersamaan, seperti manusia
yang berubah dengan umur.
Konfrontasi
kedua model ini (KdF vs Super Beetle) akan menunjukkan evolusi
secara teknis dan juga dari segi estetika.
Pada
tahun 1938 waktu F. Porsche memulai proyek mobil rakyatnya, ia
bukan lagi seorang insinyur muda, ia telah memiliki pengalaman
yang cukup waktu bekerja untuk perusahaan perakit mobil terkenal
Mercedes-Benz untuk proyek 540 K, dimana ia masuk perusahaan tersebut
pada awal abad ke-20. Pada saat ia bekerja untuk proyek mobil
Grösser, ia telah memiliki angan untuk sebuah proyek mobil
yang dapat digunakan oleh semua rakyat sebagai sarana transportasi
keluarga, tetapi ia tidak memiliki kesempatan untuk memulainya
secara pasti.
Solusi yang
dipikirkannya adalah sangat inovatif untuk zamannya: mesin belakang,
roda independen, badan mobil yang seluruhnya baja. Ia juga sempat
terpikir untuk membuat mobil itu dengan dua mesin, satu dengan
bahan bakar bensin untuk kegunaan sehari-hari, dan satu lagi dengan
mesin listrik untuk dipakai di dalam kota, tetapi mesin listrik
tidaklah memungkinkan pada masanya, sekarangpun baru dimulai.
Selama 35
tahun, banyak perubahan yang telah dilakukan terhadap model mobil
yang asli, dengan tetap mempertahankan ide aslinya yaitu mobil
yang mudah dipakai, dapat diandalkan dan hemat.
Jika dilihat
sekilas dipermukaannya, terdapat perubahan-perubahan yang halus
tetapi dalam, lampu depan sekarang vertikal, lampu belakang lebih
besar, kaca-kaca diperluas 40% secara proporsional dalam jangka
35 tahun, dan Super Beetle memiliki kaca depan yang agak cembung
yang cenderung memperbaiki koefisien aerodinamis.
Pada
bagian mesin, "sumber tenaga" telah ditingkatkan beberapa
kali, mesin 1600 cc Super Beetle adalah sangat luar biasa jika
dibandingkan dengan mesin 1092 cc milik KdF tipe 60. Tetapi tujuannya
ialah memastikan bahwa mobil dapat memenuhi target yang ditetapkan
35 tahun yang lalu: "mengendarai pada kecepatan tertinggi
sejauh-jauhnya" dengan tidak mencapai kecepatan yang tidak
berguna dan berbahaya (mesin-mesin Porsche yang lain dibuat untuk
ini).
Moncongnya
pun sangat berbeda, pada tahun 1972 VW mengadopsi sistem MacPherson
untuk suspensi depannya, memberikan moncong yang lebih bundar.
Sentuhan modern inilah yang mempertahankan Kodok dari kemunduran.
Yang
sangat memukau adalah, VW membuat Kodok selama bertahun-tahun
untuk kemudian pada akhirnya diubah secara menyeluruh dengan mengadaptasikan
model yang awam digunakan produsen mobil lainnya, dan menurut
saya VW Golf adalah akhir dari sebuah mimpi. Saya juga sangat
menghargai Kodok Baru, tetapi alangkah baiknya jika VW meneruskan
model versi mesin berpendingin udara, dengan tujuan untuk mempertahankan
hubungan sejarah dengan Kodok lama.
Best rates on
Times Square hotel and lodging online.
KdF sangatlah
cocok dengan keperluan pada masanya, Super Beetle pun seperti
itu pada tahun 1975, interiornya dilengkapi dengan dashboard berbahan
aman yang dapat menjaga keselamatan pada saat kecelakaan, setir
dari karet, dan kursi yang lebih nyaman untuk perjalanan jauh.
Setelah perang, tentara Inggris memulai kembali pabrik Wolfsburg,
dan pada saat itu sangatlah sulit mendapatkan material bagus untuk
memproduksi mobil, dan banyak tentara yang harus menggunakan mantel
mereka untuk alas agar pantat mereka tidak sakit saat mengemudi.
Untungnya memperbaiki fasilitas keselamatan pasif telah menjadi
kegiatan insiyur-insinyur di Volkswagen secara konsisten... :-).